-->

Foto-foto yang Tidak Berani Dipublikasikan oleh Media Cetak ! Mengejutkan Dunia : Rupa Tiongkok yang Sebenarnya

Erabaru.net. Pembangunan nasional dan mengeruk pundi-pundi uang adalah pembenaran yang dipaksakan, menghalalkan segala cara, dan tidak peduli dengan segala konsekuensinya.Pejabat korup yang serakah dan oknum-oknum pebisnis yang tidak bermoral, setelah puas menghisap darah dan daging-harta benda dari hasil tetesan keringat rakyat jelata, lalu kabur ke luar negeri dan bernapas dengan bebas lagi di seberang sana.
Dua naga raksasa hitam (kiasan untuk menggambarkan cerobong asap tebal dari pabrik yang membubung tinggi) di area pembangkit listrik di Lasengmiaozhen, Mongolia Dalam, sebuah Daerah Otonom di Tiongkok.


Debu-debu cerobong asap tebal tampak menjulang tinggi di Hubin Industrial Park, Shi Zui Shan, Provinsi Ningxia, Tiongkok, membuat sesak warga setempat dan harus menyiapkan langkah-langkah pencegahan saat keluar.
Sejumlah besar aliran air limbah industri di kawasan industri Lasengmiao, Mongolia Dalam tumpah ruah ke Yellow River Beach.




Suami istri yang bekerja di industri pembakaran kapur baru pulang ke rumahnya setelah banting tulang sepanjang hari di zona industri di Mongolia Dalam, Tiongkok.
Setiap hari menghirup gumpalan debu dan meresap ke dalam paru-paru. Baru kerja sekitar satu atau dua tahun, fisik mereka sudah merasa tidak nyaman, bahkan jatuh sakit, sebagian besar pekerja ini berasal dari daerah miskin yang mencari nafkah di sini.
Limbah kimia dari Taixing Chemical Industri di Jiangsu, dibuang ke Sungai Yangtze, Tiongkok.


Pabrik pengolahan limbah di kawasan Haimen Chemical Industry, Jiangsu, membuang limbah secara diam-diam ke Sungai Yangtze.
Terdapat ratusan pabrik kimia di Binhai Chemical Industrial, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Ada sebagian limbah yang dibuang ke laut melalui saluran air, sementara beberapa limbah yang sangat kuat disimpan di 5 “kolam limbah sementara”. Kemudian dibuang ke laut dua kali setiap bulan saat surut.

Di Desa Zhang Yii, Xiping County, Provinsi Henan, Tiongkok, istri Gao Wan-shun meninggal karena kanker, miris melihat kondisi keluarga yang hidup dalam kemiskinan.

Masih di daerah yang sama yakni Desa Zhang Yii, Xiping County, Provinsi Henan, Tiongkok, Zhu Xiaoyan (22) menderita tumor ganas, dan setelah gagal dengan berbagai pengobatan, akhirnya meninggal pada Juli 2008 silam.

Tampak pada gambar seorang kakek membawa cucunya, seorang bocah 4 tahun bernama Wang Ying sembahyang di pusara ibu si bocah saat perayaan Ceng-beng.
Desa Fan Jia, Kota An-Yang, Provinsi Henan hanya beberapa puluh meter jauhnya dari tungku pembuatan baja, setiap hari desa ini selalu dihiasi “hujan besi”, sementara banyak penduduk desa tinggal di lingkungan polusi serius ini.

Air limbah dari pabrik baja di An-yang, Henan, mengalir masuk ke sungai An-yang.
Ada lebih dari 50 penderita kanker dan lebih dari 20 penderita yang meninggal setiap tahun karena kanker di desa Gu-xin, Shexian County, Provinsi Hebei, Tiongkok.
Anak yang paling besar berusia 9 tahun, tidak sekolah, sementara yang terkecil berusia kurang dari 2 tahun. Mereka tinggal di kawasan pencemaran limbah serius, tangan maupun wajah anak-anak tampak kotor sepanjang hari.

Waduk di sekitar aliran Sungai Yu Zhen, Provinsi Guangdong telah terkontaminasi, penduduk desa terpaksa mandi di waduk yang tercemar.
Lahan yang terkontaminasi pabrik kimia di pinggir Sungai Yangtze di Ma’anshan Chemical Industrial Park, Provinsi Anhui, Tiongkok.


Ada banyak pabrik besi, pabrik pengolahan plastik skala kecil menengah di pinggir Sungai Yangtze, Provinsi Anhui, membuang sejumlah besar limbah ke Sungai Yangtze.
Gan Su-tian, bocah tanggung berusia 15 tahun ini hanya sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar kelas 2 kemudian ikut orang tuanya mengais rezeki di Kawasan Industri Hei-Long, satu hari hanya mendapatkan 16 yuan atau sekitar 30.000 rupiah.


Pabrik pengolahan limbah di Jiangsu Hi-tech Fluorine Chemistry Industrial Park, yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah limbah berbagai pabrik kimia, tetapi mereka tidak menangani limbah sebagaimana mestinya, mereka membuang limbah tersebut melalui pipa sepanjang 1.500 meter dari bawah Sungai Yangtze.
Pekerja di Lian Yun-gang, Provinsi Jiangsu dengan marah mengatakan, gas yang bau dan menyengat dari pabrik kima membuat napas kami sesak saat angin bertiup ke arah kami, apalagi saat malam tiba, lebih banyak lagi gas beracun yang dibuang.



Penduduk desa Xia-kang, di kota Linfen, Provinsi Shanxi, Tiongkok, mengonsumsi air bawah tanah yang tercemar limbah industri sepanjang tahun, lebih dari lima puluh penduduk sekitar menderita kanker dan trombosis serebri-jenis stroke.
Wang Bao-sheng (64) yang menderita penyakit tersebut hingga kini masih belum terobati, badannya dipenuhi dengan borok di mana-mana.


Setiap hari pabrik titanium bubuk di Zhenjiang membuang sejumlah besar limbah kimia ke Sungai Yangtze, di sepanjang 1.000 meter hilir sungai adalah tempat aliran air (PAM) Dan-yang.
Limbah dari Chemical Industrial Park Xiao Shan, Zhejiang dibuang ke saluran sungai kemudian baru dibuang lagi ke Qiantang River melalui pintu air.

BACA JUGA =

Takut Azab Pemkot Makasar Imbau Warga Laporkan LGBT





utilityone

Back To Top